Interaksi Antar Etnik Dalam Kerangka Etnisitas Teori, Konsep, dan implementasinya

Description

Interaksi antar etnik dalam sebuah komunitas multikultural merupakan sebuah potret kehidupan yang dinamis dan miniatur dari keanekaragaman budaya bagi anggota komunitas tersebut. Saling menghargai satu sama lain, terjadinya proses akulturasi budaya bahkan sampai dengan terjadinya asimilasi budaya adalah sebuah keniscayaan yang menyebabkan sebuah komunitas tersebut semakin kaya akan khasanah budaya dari proses interkasi yang terjadi tersebut. Catatan penting dari fenomena dalam masyarakat multikultural ini adalah semakin banyaknya pemahaman masyarakatnya bahwa kita ini hidup tidak monolog tetapi beraneka ragam dengan ciri khasnya masing-masing. Maka ketika interaksi, diharuskan memiliki sifat penerimaan dalam dirinya bahwa ternyata diluar kita banyak yang berbeda, keunikan budaya dan kasanah kita tentu akan dibatasi dengan keunikan dan khasanah budaya dari orang lain, inilah pentingnya penghormatan satu dengan lainya. Secara teoretis, masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri atas banyak struktur kebudayaan. Disebabkan banyaknya suku bangsa yang mempunyai struktur budaya sendiri, yang berbeda dengan yang lain. Pada hakikatnya, konsep masyarakat multikultural adalah masyarakat yang mempunyai banyak suku bangsa dan budaya dengan beragam adat istiadat. Dalam kerangka hidup bersama berdampingan satu sama lain yang sederajat dan saling berinteraksi dalam suatu tatanan kesatuan sosial politik. Menurut Nasikun dalam Sistem Sosial Indonesia (2004) menerangkan, masyarakat multikultural bersifat majemuk sejauh masyarakat tersebut secara struktural mempunyai subkebudayaan yang bersifat diverse. Ditandai oleh kurang berkembangnya sistem nilai yang disepakati oleh seluruh anggota masyarakat dan juga sistem nilai dari kesatuan sosial, serta sering munculnya konflik sosial.

Contributor(s)

  • Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Collection Items

View all 0 items