FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN
KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS TELAGA DEWA KOTA BENGKULU
TAHUN 2020

Dublin Core

Title

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN
KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS TELAGA DEWA KOTA BENGKULU
TAHUN 2020

Description

Penyakit pneumonia menjadi ancaman bagi anak balita, dimana
peningkatan prevalensi penumonia menjangkiti balita mencapai 1,6 persen pada
tahun 2013 dan terjadi peningkatan mencapai 2,0 tahun 2018. Pada Tahun 2019 di
Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu didapatkan mencapai 407 kasus
pneumonia. Penelitian ini bertujuan mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan
dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja puskesmas telaga dewa
kota Bengkulu Tahun 2020
Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan secara kuantitatif dengan
desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 85 responden. Data
dikumupulkan menggunakan kuisoner dan lembar observasi. Analisis yang
dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat.
Tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan (p- value 0,0388),
usia balita (p-value 0,0691) dengan kejadian pneumonia pada Balita di Puskesmas
Telaga Dewa Kota Bengkulu tahun 2020, ada hubungan antara jenis pekerjaan (pvalue 0,010), pengetahuan (p-value 0,133), status ekonomi (0,005), status
imunisasi (p-value 0,010), berat badan lahir (p-value 0,002), ASI Eklusif (p-value
0,022), pemberian MP-ASI (p-value 0,882) dengan kejadian pneumonia pada
anak Balita di Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu tahun 2020.
Pengetahuan merupakan variabel dominan menyebabkan terjadinya
pneumonia pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Dewa Kota
Bengkulu.
bagi pihak puskesmas dan keluarga balita diharapkan untuk lebih
memperhatikan faktor lingkungan rumah lebih sehat seperti kepadatan hunian,
pemberian ASI Eksklusif dan pemberian MPASI agar anak tidak dengan mudah
menderita pneumonia.

Creator

LIONI ARDYA PRAMESTI
NPM.1680100027
Pembimbing : Nopia Wati, SKM,.MKM
Penguji I : Bintang Agustina Pratiwi, SKM,.MKM
Penguji II : Riska Yanuarti, SKM,.MKM

Source

KESEHATAN MASYARAKAT

Publisher

UPT Perpustakaan

Date

04 Maret 2021

Contributor

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU

Rights

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU

Relation

Aldriana Nana. 2014. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pneumonia pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rambah Samo 1 tahun 2014 . Prodi D3 Kebidanan. Universitas Pasir Pengaraian. Riau. Vol 1. No 6
Almirall J, Serra-Prat M, Bolibar I. 2015. Risk factors for community-acquired pneumonia in adults: Recommendations for its prevention. Community Acquired Infection. 2015 Jun;2(2):32–7.
Athena Anwar Dkk 2014. Pneumonia Pada Anak Balita di Indonesia. Percetakan Negara. Jakarta.
Bham SQ, Saeed F, Shah MA. 2016. Knowledge, Attitude and Practice of mothers on acute respiratory infection in children under five years. Pak J Med Sci. 2016;32(6):1557–61.
Badan Pusat Statistik provinsi Bengkulu, 2019.
Dahlan Z. Chapter Pneumonia in Buku Ajar Penyakit Dalam jilid II Edisi IV. Jakarta: Interna Publishing; 2014.
Departemen Kesehatan RI (2002). Pedoman pemberantasan penyakit infeksi saluran pernapasan Akut (ISPA) untuk penanggulangan pada balita. Jakarta: Depkes RI.
Departemen Kesehatan RI (2007). Pedoman tatalaksanan pneumonia balita. Jakarta: Depkes RI.
Departemen Kesehatan RI. 2004. Pedoman Program Pemberantasan Penyakti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Untuk Penanggulangan Pneumonia Pada Balita. Jakarta: Depkes RI.
Depkes 2007. Pedoman Umum Pemberian Makanan Pendamping Air Susus Ibu (MP-ASI) Lokal. Jakarta : Departemen Kesehatan RI.
Depkes RI 2006. Kebijakan Departemen Kesehatan Tentang Peningkatan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Pekerja Wanita. Konseling.Jakarta:Pusat Kesehatan Kerja Departemen Kesehatan RI.
Diah Krisnatuti dan Rini Yenrina. 2000. Menyiapkan Makanan Pendamping ASI. Jakarta: Puspa Swara.
Diah Andarina Rachmawati. 2013. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita umur 12 - 48 bulan di wilayah kerja puskesmas mijen kota semarang. Jurnal kesehatan masyarakat 2013, volume 2, nomor 1.
Dr. Lestari Handayani, M,Med (PH) & Dra. Herti Maryani 2004. Mengatasi Penyakit pada Anak dengan Ramuan Tradisional. Penerbit: AgroMedia Pustaka.
Fanada, Marry. 2012. Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan kejadian penyakit pneumonia pada anak di wilayah kerja puskesmas kenten palembang. Widyaiswara Muda Badan Diklat Provinsi Sumatera Selatan.
Friedman, M. 2010. Buku Ajar Keperawatan keluarga : Riset, Teori, dan Praktek. Edisi ke-5. Jakarta: EGC.
Hasbullah, 2008. Dasar-dasar ilmu pendidikan, Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.
Hartati, Susi. dkk. Faktor Resiko Terjadinya Pneumonia pada Anak Balita. 2011;15(1):13-20
Hidayat 2009. Hubungan Faktor Perilaku Hidup Sehat Bersih dan Sehat Serta Kondisi Rumah dengan Kejadian ISPA di Kabupaten Salatiga Tahun 2009. Tesis Universitas Diponegoro. Semarang.
Hockenberry, M. J., & Wilson, D. (2015). Wong’s Nursing Care of Infants and Children. St.Louis, Missouri:Elsevier.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)., 2004. Berat Badan Lahir Rendah, In Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak, Edisi 1, Jakarta.
Kartasasmita, C. 2010. Pneumonia Pembunuh Balita. Kemenkes RI: Buletin Jendela Epidemiologi Volume 3, September 2010. ISSN 2087-1546 Pneumonia Balita.
Kemenkes. 2012. Profil Data Kesehatan Indonesia Tahun 2011. Jakarta: Direktorat Jenderal P2PL.
Laras sati Dkk 2019. Perbedaan Resiko Pneumonia Berdasarkan Pola Asuh dan Paparan Asap Rokok. Universitas Airlangga, Surabaya.
LumbanBatu, Yenni S. 2011. Pengaruh faktor predisposing, enablinh dan reinforcing ibu balita terhadap pencegahan penyakit pneumonia pada balita di kelurahan batang beruh kecamatan sidikalang. Universitas Sumatra Utara.
Luluk, 2008. Resiko Pemberian MP-ASI Terlalu dini (http.//wrm.Indonesia.org/conten view/647) diekses tanggal 20 mei 2016.
M. Arafat Patria, 2016. Faktor Risiko Pneumonia pada Balita di Indonesia: Narative Review Penelitian Akademik Bidang Kesehatan Masyarakat. KesMas: Jurnal Kesehatan Masyarakat. Vol 1. No 2.
Machmud. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia di Puskesmas Selajambe Kabupaten Kuningan Tahun 2006. Jakarta;2007.
Marni dan Kukuh. 2012. Asuhan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Maryani dan Muliani. 2010. Epidemiologi Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu
Maryunani. 2010. Ilmu Kesehatan Anak Dalam Kebidanan, Jakarta: CV. Trans Info Media.
Misnadiarly. 2008. Penyakit Infeksi Saluran Napas Pneumonia Pada Anak Balita, Dewasa dan Usia Lanjut. Jakarta: Pustaka Obor Populer.
Nadesul, H. 2011. Makanan Sehat Untuk Bayi. Jakarta: Puspa Swara.
Notoatmodjo, S. 2010. Metodelogi Penelitian Ilmu Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nursalam, 2011. Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Pamungkas, Dian Rahayu, 2012. Analisis Faktor Risiko Pneumonia pada Anak Balita di 4 Provinsi Di Wilayah Indonesia Timur. Diterbitkan : FKM UI. Depok.
Profil Dinas Kesehatan Kota Bengkulu 2019.
Profil Kesehatan Provinsi Bengkulu. 2019.
Profil Puskesmas Telaga Dewa Kota Bengkulu 2019.
Pusat Informasi Penyakit Infeksi. 2007. Pneumonia.
Rasyid, Zulmeliza. 2013. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia Anak Balita di RSUD Bangkinang Kabupaten Kampar. Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol. 2, No. 3, Nopember 2013.
Regina R, Kriswiharsi KS, Suharyo. 2013. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Miroto Semarang Tahun 2013. Staf Pengajar Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang. (diunduh 6 Mei 2019).
Ridha N. 2014. Buku Ajar Keperawatan Pada Anak. Jakarta: Pustaka Pelajar.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018.
Rizanda M. 2007. Pneumonia balita di Indonesia. Jakarta: Makas University Andalas Press.
Said, M. 2010. Pengendalian Pneumonia Anak-Balita dalan Rangka Pencapaian MDG4. Kemenkes RI: Buletin Jendela Epidemiologi Volume 3, September 2010. ISSN 2087-1546 Pneumonia Balita.
Siswoyo, Dwi, dkk. 2011. Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: UNY.
Soegeng Santoso, dkk, 2001. Kesehatan dan Gizi.Jakarta: PT.Rineka Cipta dan PT. Bina Rihana.
Sugihartono N. 2012. Analisis faktor risiko kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Kota Pagar Alam. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2012:82-5.
Suhardjo. 2001. Perencanaan Pangan dan Gizi Bumi Aksara. Jakarta.
Tapianus, Kusnanto. 2016. Hubungan pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap tindakan pencegahan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di desa tataran 1 kecamatan tondano selatan kabupaten minahasa. Fakultas kedokteran. Universitas Sam Ratulangi. Manado.Vol 4 No 1
Tirtarahardja Umar. 2010. Pengantar Pendidikan. Rineka Cipta.
Utami, D. (2014). Determinan Kejadian Pneumonia Berat Pada Balita (Studi Kasus Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Rsud. DR. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Provinsi Lampung.
Unicef. Pneumonia: the forgotten killer of children. Geneva: The United Nations Children’s Fund/World Health Organization; 2015.
Unicef. Pneumonia: the forgotten killer of children. Geneva: The United Nations Children’s Fund/World Health Organization; 2019.
Weber, 2006. Perencanaan Ekonomiwisata Dari Teori ke Aplikasi. Yogyakarta: PUSPAR UGM dan Andi.
WHO 2011.Global Action Plan for the Prevention and Control of Pneumonia (GAPP). Genewa: WHO Press
WHO dan UNICEF. 2006. The Forgotten killer of children. New York: WHO.
WHO. 2014.Global Action Plan for the Prevention and Control of Pneumonia.
Yayuk, Farida, dkk. 2004. Pengantar Pangan dan Gizi. Penebar Swadaya. Jakarta.

Format

Pdf

Language

Bahasa Indonesia

Type

Skripsi

Citation

LIONI ARDYA PRAMESTI NPM.1680100027 et al., “FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN
KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS TELAGA DEWA KOTA BENGKULU
TAHUN 2020,” Repository Universitas Muhammadiyah Bengkulu, accessed July 12, 2024, http://repo.umb.ac.id/items/show/1305.