PENGARUH PEMANFAATAN POD KAKAO (Theobroma cacao L) FERMENTASI DENGAN SUPLEMENTASI MINERAL, PROBIOTIK DAN BY PASS PROTEIN TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN SAPI BALI

Dublin Core

Title

PENGARUH PEMANFAATAN POD KAKAO (Theobroma cacao L) FERMENTASI DENGAN SUPLEMENTASI MINERAL, PROBIOTIK DAN BY PASS PROTEIN TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN SAPI BALI

Description

Agung Setiawan, 2017. “Pemanfaatan Pod Kakao Fermentasi dengan Suplementasi Mineral, Probiotik dan By Pass Protein terhadap pertambahan bobot badan sapi bali” dibawah bimbingan Dr. Ir. Nurhaita, MP sebagai pembimbing utama dan Neli Definiati, SP.MP sebagai dosen pendamping. Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian pod kakao fermentasi dengan suplementasi mineral, probiotik dan by pass protein terhadap peran sum efisiensi sapi bali. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu literatur dalam pemanfaatan pod kakao fermentasi yang disuplementasi sebagai pakan ternak dan upaya meningkatkan nilai gizi limbah kulit buah kakao.
Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah ransum (A) Suplementasi mineral S (0,8%), P (0,011%), Zn 50 ppm. ransum (B) Ransum A+0,4% Probiotik, ransum (C) Ransum A+ 1% By Pass Protein, ransum (D) Ransum A+0,4% Probiotik+ 1% By Pass Protein. Parameter yang diamati adalah pertambahan bobot badan sapi bali. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal bulan Juli – September 2016 di Desa Bukit Peninjauan I, kecamatan Suka Raja, Kabupaten Seluma.
Hasil penelitian ini memperlihatkan pod kakao fermentasi yang disuplementasi dengan mineral, probiotik, dan by pass protein dapat meningkatkan pertambahan bobot badan sapi bali.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Suplementasi probiotik dan by pass protein pada pod kakao fermentasi yang telah diperkaya dengan mineral dapat meningkatkan efisiensi pakan. Hal yang disarankan dari hasil penelitiana dalah Penggunaan pod kakao fermentasi yang disuplementasi mineral, probiotik dan by pass protein direkomendasikan untuk digunakan sebagai penambah hijauan karena dapat meningkatkan pertambahan bobot badan sapi bali.

Creator

AGUNG SETIAWAN
NPM 1250080029
Pembimbing I : Dr. Ir. Nurhaita, MP
Pembimbing II : Neli Definiati, SP. MP

Source

STUDI PETERNAKAN

Publisher

upt

Date

27/04/2021

Contributor

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU

Rights

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU

Relation

Abun. 2003. Biokonversi Ampas Ubi Garut ( maranta arundinacea, Linn) oleh Aspergillus niger terhadap Perubahan Komposisi Gizi dan Nilai Energy Metabolis pada Ayam Broiler.Tesis.(Tidak dipublikasikan).Unpad. Bandung.

Ahmad. 2006. Optimalisasipenggunaan seratsawitsebagaipakan seratal- ternative dengansuplementasidaun ubi kayu dalam ransum ruminansia. J.PengembanganPeternakanTropis
32: 100–105.

Amirroenas D.E. 1990. Mutu Ransum Berbentuk Pellet dengan Bahan Serat Biomasa Pod Coklat (Theobroma cacao L.) untuk Pertumbuhan Sapi Perah Jantan.Tesis.(Tidak dipublikasikan). Fakultas Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Arora, S. P. 1995. Pencernaan Mikroba Pada Ruminansia. Yogyakarta (ID): Gajah Mada University Press.

Aldana, D. L. M., Gómez, B. T., Oca, M. M. M., Ayerdi, S. G. S., Meraz, F. G., &Pérez, L.A. B. 2009. Isolation and characterization of Mexican jackfruit (Artocarpus heterophyllus L) seeds starch in two mature stages. Starch/Stärke, 63, 364–372.

Conneely, O.M. 1992. From DNA to Feed Conversion: Using Bioteknologi to Improve Enzim Yields and Liverstock Performance, in Bioteknologi in the Feed Industry. Proseding Of Altechs Eight Annual Symposium. Altech Technical Publications Nicholasville. Kentucky, USA.

Darmono. 1995. Substitusi rumput lapangan dengan kulit buah coklat amoniasi dalam ransum domba lokal. J. Media Peternakan 32: 47–52.

Darwis, A. A., E. Sukara., R. Purwati & T. Tedja. 1999. Biokonversi Limbah Lignoselulosa oleh Trichoderma Viridae dan Aspergillus Niger. Laporan Penelitian PAU Bioteknologi. Bogor: IPB.
Desmayati. 1995. Kecernaan dan Fermentasi Limbah Kakao serta Pemanfaatannya padaTernakAyam. Kumpulan Hasil-Hasil Penelitian APBN TA94/95.BalaiPenelitian Ternak,Ciawi, Bogor.

Dinas perkebunan, 2012, Statistik Perkebunan Propinsi Bengkulu. Pemerintah Daerah Propinsi Bengkulu

Dinas perkebunan, 2014. Statistik Perkebunan Provinsi Bengkulu. Pemerintahan daerah provinsi Bengkulu: Bengkulu.
Dinas Peternakan Provinsi Jambi. 2007. Laporan Tahunan. Dinas Peternakan Provinsi Jambi.

Fadilah, S. D., E. K. Artati, dan A. Jumari. 2008. Biodelignifikasi Batang Jagung Dengan Jamur Pelapuk Putih Phanerochaete Chrysosporium. Ekuilibrium Vol. 7 No. 1.

Fariani, 2011. Kajian Fermentabilitas dan Kecernaan in vitro Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao l.) Yang Difermentasi dengan Aspergillus niger. Skripsi.(Tidak dipublikasikan).IPB. Bogor.

Gibson and Roberfroid, 1995. Dietary modulation of the human colonic microba. Universite catholique de louvain. Brussels, Belgium.

Gipson and Fuller, 2000. Pengaruh Pemberian Limbah Kakao Olahan terhadap Pertumbuhan Sapi Bali (Feeding of Processed Cacao by-Product to Growing Bali Cattle).

Gorgulu, M., O. Guney, O. Torun, O. Ozuyanik, & H. R. Kutlu. 2003. An alternative
feeding system for dairy goats: Effects of free-choice feeding on milk yield
and milk composition in early lactation of Damascus goats. J. Anim. Feed
Sci., 12: 33-44

Hartati, E. 1998. Suplementasi Minyak Ikan Lemuru dan Seng kedalam Ransum yang Mengandung Silase Pod Kakao dan Urea untuk Memacu Pertumbuhan Sapi Holstein Jantan. Disertasi. Program Pascasarjanan IPB Bogor.
Haryati T & Hardjosuwito B. 1984. Pemanfaatan Limbah Cokelat sebagai Bahan Dasar Pembuatan Pektin. J Menara Perkebunan.
Hasan, A., N. F. G. Rethman., W. A. V. Niekerk & T. J. Tjelele. 2006. Influence of Season/Year and Species on Chemical Composition and in Vitro Digestibility of Five Indigofera Accessions. Anim. Feed Sci. Tech. 136: 312 – 322


Laeoni, E. 1998. The Mineral Content of Ruminant Feeds andPotential for Mineral Supplementation in South-EastAsia with Particular Reference to Indonesia. In: DIXON,R.M. (Ed.). Rumnant Feeding Systems UtilizingFibtrous. Canbera: Agriculture Residues, IDP. Canbera
Lieberman, 1990. Introduction to operations research, fifth McGraw, Inc, USA.
Komizarczuk, S & Durand M. 1991. Effect of Mineral on Microbial Metabolism. In. Rumen Microbial Metabolism and Ruminant Digestion. J.P. Jouany (Ed) INRA publ. Versailes, France
Leng, R. A. 1991. Apclication of Biotechnology to Nutrition of Animal in Developing Countries. FAO AnimalProduction and Health Paper.
McDowell, L.R. 1983. Minerals in Animal and Human Nutrition. London (UK): Academic Press.
McDonald, P., Edwards, R. A & Greenhalgh, J. F. D., 2002. Animal Nutrition. 6th Edition. Longman, London and New York. 543 pp
Nasrullah dan A. Ella, 1993.Limbah Pertanian dan Prospeknya sebagai Sumber Pakan Ternak di Sulawesi Selatan.Makalah.(Tidak dipublikasikan).Ujung Pandang.

Nurhaita, Neli. D, Suliasih. (2015), Biokonversi dan Pengkayaan Pod Kakao untuk Pakan Ternak, Lap. Akhir tahun I Penelitian Hibah Bersaing, Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Parakkasi, A, 1990. Ilmu nutrisi dan makanan ternak ruminan, cetakan perta penerbit UP Jakarta.

Piliang, W. G. 2002. Nutrisi Vitamin. Volume I. Edisi ke-5. Institut Pertanian Bogor (ID): Bogor Press
Puastuti, W & Susana IWR. 2014. Potensi dan Pemanfaatan Kulit Buah Kakao sebagai Pakan Alternatif Ternak Ruminansia. Wartazoa. 24 (3): 151-159
Rinduwati & Ismartoyo. 2002. Karakteristik degradasi beberapa jenis pakan (in sacco) dalam rumen ternak kambing. Bull. Nut. Makanan Ternak. 31: 1-14.
Santoso. 2009. Pemanfaatan Leguminosa Pohon Indogofera Sp sebagai Pakan Basal Kambing Boerka Fase Pertumbuhan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2009. Loka penelitian Kambing Potong. Sumatera Utara


Siswoputranto, Y. S. Wong & Hasan. 1986. Prospek Percokelatan Dunia dan Kepentingan Indonesia. Prossiding Konferensi Cokelat Nasional II
Sugeng. 2005. Pengaruh Suplementasi Zn, Cu dan Mo Anorganik dan Organik terhadap Kecernaan Rumput secara In Vitro. JITV. 5: 32-37

Sukria H. A & Krisna. R. 2009. Sumber dan Ketersediaan Bahan Baku Pakan di Indonesia. Bogor (ID): IPB Press.

Supriyati, Yulistiani, D., Wina, E., Hamid, H & Haryanto, B. 2001. Pengaruh Suplementasi Zn, Cu dan Mo Anorganik dan Organik terhadap Kecernaan Rumput secara In Vitro. JITV. 5: 32-37
Sutardi, T.1997. Ikhtisar Ruminologi. Bahan Kursus Peternakan Sapi Perah. Kayu Ambon Lembang. Direktorat Jendral Peternakan-FAO, Bandung.

Tracho and boudreux. 2006. A Two Stage Tecnique for the In vitro Digestion of Forage Crop. Journal of British Grassland Socienty, 18:104-111
Widodo. 2002. Pengantar Teknologi Pangan. Jakarta (ID): PT. Gramedia.
Winarno, F. G., Fardiaz, S & Fardiaz D. 1980. Pengantar Teknologi Pangan. Jakarta (ID): PT. Gramedia.
Wong, H. K & O. A. Hasan. 1988. Nutritive value and rumen fermentation profile of sheep fed of fresh or dried cocoa pod husk based diets. J. Mardi Res. 16(2): 147 – 154

Format

pdf

Language

bahasa indonesia

Collection

Citation

AGUNG SETIAWAN NPM 1250080029 and Pembimbing I : Dr. Ir. Nurhaita, MP Pembimbing II : Neli Definiati, SP. MP , “PENGARUH PEMANFAATAN POD KAKAO (Theobroma cacao L) FERMENTASI DENGAN SUPLEMENTASI MINERAL, PROBIOTIK DAN BY PASS PROTEIN TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN SAPI BALI,” Repository Universitas Muhammadiyah Bengkulu, accessed June 17, 2021, http://repo.umb.ac.id/items/show/2021.