SUPLEMENTASI TEPUNG CANGKANG TELUR DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR BURUNG PUYUH (Cortunix-cortunix japonica)

Dublin Core

Title

SUPLEMENTASI TEPUNG CANGKANG TELUR DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR BURUNG PUYUH (Cortunix-cortunix japonica)

Description

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian tepung cakangkang telur ayam ras terhadap kualitas telur burung puyuh (Indeks putih telur, Indeks kuning telur, dan Haugh unit) burung puyuh yang diberikan tepung
cangkang telur dalam ransum dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini telah dilakukan di Panti Asuhan Kasih Ibu Jalan Kp. Bali Kota Bengkulu. Penelitian ini berlangsung selama 35 hari, dimulai bulan Oktober – Januari 2021. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari atas P0 (0 % tepung cangkang telur), P (1% tepung cangkang telur), P2 ( 2% tepung cangkang telur),
P3 (3% tepung cangkang telur dan P4 (4% tepung cangkang telur). Tepung cangkang telur diberikan setiap hari dengan cara dicampur pada pakan selama
penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung cangkang telur berpengaruh sangat nyata terhadap indeks putih telur (P < 0,05) dengan rataan 1,98 %, indek kuning telur dengan rataan 4,69%, hough unit dengan rataan 3,48 dan warna kuning telur 29,17. Pemberian tepung cangkang telur sampai dengan 1%, 2%, 3% dan 4% dapat meningkatkan kualitas telur. Burung puyuh bisa
meningkatkan indek putih telur, indeks kuning telur, hough unit dan warna kuning telur burung puyuh.

Creator

MAIGO RAHMAD
NPM. 1550080024
Pembimbing I :
Ir. Rita Zurina, M.P
Pembmbing II:
Ir. Edwar Suharnas,M.P
Penguji I:
Ir. Rita Zurina, M.P
Penguji II:
Lezita Malianti, S.Pt.,M.Ling

Source

Peternakan

Publisher

UPT PERPUSTAKAAN

Date

27 September 2021

Contributor

Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Rights

Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Language

Bahasa Indonesia

Identifier

Agromedia., 2014. Puyuh Si Mungil Yang Penuh Potensi. Agromedia Pustaka,
Jakarta.
Anggorodi, R., 2001. Kemajuan Mutakhir dalam Ilmu Makanan Ternak Unggas
Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.
Badan Standarisasi Nasional. 2006. SNI 01-3926-2006. Telur Ayam Konsumsi.
Dewan Standarisasi Nasional. Jakarta.
Benyamin, E. W., J. M. Gwin., F. L. Faber and W. D. Termohlen. 1960.
Marketing Poultry Product. The 5th Ed. John Wiley and Sons, Inc. New
York.
Bell, D. and G. Weaver. 2002. Commercial Chicken Meat and Egg. Kluwer
Academic Publishers, United States of America.
Clunies, M., D. Parks and S. Leeson. 1992. Calcium and phosporus metabolism
and eggshell formation of hens fed different amounts of calcium. Poult.
Sci. 71: 482-489.
Edhy Sudjarwo, Heni Setyo Prayogi. 2014. Pengaruh Penambahan Tepung
cangkang Telur Segardalam Pakan Terhadap Berat Telur, Haugh Unit
(Hu), Dan Ketebalan Cangkang Itik Mojosari. Journal Fakultas
Peternakan, Universitas Brawijaya
Efandi, Irwan. 2011. Pengaruh Ampas Sagu dan Ampas Tahu Fermentasi dengan
Monascus purpurens dalam Ransum Terhadap kandungan Kolesterol,
Lemak dan warna Kuning Telur Puyuh. Skripsi. Fakultas Peternakan
Andalas.
Eli Sahara. 2013. Peningkatan Indeks Warna Kuning Telur dengan Pemberian
Tepung Cangkang Telur dan Kepala Udang dalam Pakan Itik. Journal r
Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.
Erawati CM, Tien RM, dan Purwiyatno H. 2006. Kendali Stabilitas Beta Karoten
Setama Proses Produksi Tepung. Forum Pascasaljana Vol. 29 No.4
Oktober 2006: 289-299
Djulardi. 2006. Nutrisi Aneka Ternak dan Satwa Harapan. Yogyakarta: Andalas
Universitas Press
Frandson, R.D. 2005. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Gadjah Mada University
Press. Yogyakarta
Handayani AG.2014. Efisiensi ekonomi frekuensi pemberian pakan pada
pemeliharaan ayam broiler. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Herman Sitepu, 2008. “Pemanfaatan Tepung Cangkang Telur Ayam Ras Dalam
Ransum Terhadap Produksi Telur Burung Puyuh (Coturnixcoturnix
japonica)”. Journal. Departemen Peternakan Fakultas Pertanian
Universitas Sumatera Utara Medan
Jazil, N., A. Hitono, dan S. Mulyani. 2012. Penurunan kualitas telur ayam ras
dengan intensitas warna coklat kerabang berbeda selama penyimpanan.
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan 2(1): 43-47.
Jusriadi, 2014. Pengaruh Protein-Energi Ransum Yang Berbeda Terhadap Yolk
Dan Albumen Telur Ayam Arab. Journal. Fakultas Peternakan Universitas
Hasanuddin Makassar
Kusumawati, E., M. D. Rudyanto, dan I. K. Suada. 2012. Pengasinan
mempengaruhi kualitas telur itik mojosari. Jurnal Indonesia Medicus
Veterinus, 1(5): 645–656. Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas
Udayana, Denpasar.
Listiyowati, E. & K. Roospitasari. 2004. Puyuh: Tata Laksana Budi Daya Secara
Komersial. Penebar Swadaya, Jakarta.
Khalil. 2006. Respons Ayam Kampung terhadap Penambahan Kalsium Asal Siput
(Lymnae Sp) dan Kerang (Corbiculla molktiana) pada Kondisi Ransum
Miskin Fosfor. Media Peternakan, 29: 169-175.
Listiyowati, E. dan R. Kinanti. 2005. Puyuh: Tata Laksana Budidaya Secara
Komersional. Edisi Revisi Penebar Swadaya, Jakarta.
Lukito. G. A., A. Suwarastuti, dan A. Hintono. 2017. Pengaruh berbagai metode
pengasinan terhadap kadar NaCl, kekenyalan dan tingkat kesukaan
konsumen pada telur puyuh asin. Animal Agriculture Journal, 1(1): 829-
838.
Melia, S., I. Juliyasri, dan Africon. 2009. Teknologi pengawetan telur ayam ras
dalam larutan gelatin dari limbah kulit sapi. Hasil penelitian. Fakultas
Peternakan Universitas Andalas, Padang.
Muchtadi, T, R. dan Soegiyono. 1992. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan.
Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan
Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor. Bogor
Mukhlisah, A. N. 2014. Pengaruh level ekstrak daun melinjo (Gnetum gnemon
Linn) dan lama penyimpanan yang berbeda terhadap kualitas telur itik.
Skripsi. Fakultas Peternakan. Universitas Hasanuddin, Makassar.
Mountney, G. I. 1976. Poultry Technology. 2nd Edit. The AVI Publishing Inc.
Westport.
Murtidjo, B.A., 2016. Pedoman Meramu Pakan Unggas. Kanisius, Yogyakarta.
Nugroho, Manyun, I.G.T., 2012. Beternak Burung Puyuh. Eka Offest; Semarang.
Rahmawati, S., T. R. Setyawati, dan A. H. Yanti, 2014.Daya simpan dan kualitas
telur itik dilapisi minyak kelapa, kapur sirih dan ekstrak etanol kelopak
rosella. Jurnal Protobiont, 3 (1): 55-60.
Rasyaf, M., 2011. Memelihara Burung Burung Puyuh. Kanisius, Yogyakarta
Rizal, Y. 2006. Ilmu Nutrisi Unggas. Padang : Andalas University Press.
Romanoff. A. L. and A. J. Romanoff. 1963. 2nd. Ed. The Avian Egg. John Wiley
and Sons, New York.
Sastrawan, I. M. A., I. B. N. Swacita, dan I. M. Sukada. 2013. Bahan pembersih
kulit telur meningkatkan kualitas telur ayam yang disimpan pada suhu
kamar. Jurnal Indonesia Medicus Veterinus, 2(2): 132–141. Fakultas
Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Denpasar.
Saleh E., B. Kuntoro, W. N. H. Zain, E. Purnamasari. 2012. Buku Dasar
Teknologi Hasil Ternak. Suska Press. Pekanbaru.
Sidadolog, J.H.P. 2011. Pemuliaan Sebagai Sarana Pelestarian Dan
Pengembangan Ayam Lokal. Pidato pengukuhan Jabatan Guru Besar.
Fakultas Peternakan. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Siregar,A.P. M.Sabrani dan Soeprawiro.2012. Teknik Beternak Ayam Pedaging di
Indonesia. Cetakan kedua. Margie Group. Jakarta.Siregar, A.P., 1983.
Pengaruh Pemberian Sludge Terhadap Pertambahan Berat Badan Ayam
Buras Fase Grower, Fakultas Peternakan Universitas HKBP Nomensen,
Medan.
Sudaro, Y. dan A. Siriwa. 2007. Ransum Ayam dan Itik. Cetakan IX. Penebar
Swadaya, Jakarta
Sudaryani T. 2013. Kualitas Telur. Jakarta (ID): Penebar Swadaya

Collection

Citation

MAIGO RAHMAD NPM. 1550080024 et al., “SUPLEMENTASI TEPUNG CANGKANG TELUR DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS TELUR BURUNG PUYUH (Cortunix-cortunix japonica)
,” Repository Universitas Muhammadiyah Bengkulu, accessed June 15, 2024, http://repo.umb.ac.id/items/show/2173.