PENINGKATAN LITERASI SAINS DAN BERPIKIR KRITIS
MELALUI METODE INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN
BIOLOGI DI SMA NEGERI 06 BENGKULU

Dublin Core

Title

PENINGKATAN LITERASI SAINS DAN BERPIKIR KRITIS
MELALUI METODE INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN
BIOLOGI DI SMA NEGERI 06 BENGKULU

Description

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan literasi sains dan
berpikir kritis dengan metode inkuiri di SMA Negeri 6 Kota Bengkulu. Telah
dilaksanakan pada tanggal 13 Januari- 13februari 2020. Jenis penelitian ini adalah
quasi eksperimen dengan desain Randomized Control-Groub Pretest-Posttes
Design. Sampel yang diambil secara random sampling dari 4 kelas menjadi 2
kelas yaitu kelas X B sebagai kelas control, kelas X A sebagai kelas eksperimen,
dimana kelas X A diberi perlakuan dengan model pembelajaran Inkuiri
sedangkan untuk kelas X B diberi perlakuan dengan model pembelajaran
konvensional. Instrument yang digunakan berupa soal tes obyektik untuk literasi
sains dan uraian untuk berpikir kritis. Berdasarkan penskoran kemampuan literasi
sains posttest kelas eksperimen 72,5. Setelah dilakukan uji SPSS 21.0 diperoleh
signifikansi 0,009 artinya < dari 0,05. Selanjutnya dilakukan uji lanjut uji t
berdasarkan analisis data diperoleh nilai siginifikan 0,019 < 0,05. Untuk
penskoran berpikir kritis diperoleh Posttest dengan nilai rata – rata 64,70. Setelah
dilakukan uji t dengan menggunakan SPSS 21.0 diperoleh nilai signifikasi 0,009 <
0,05. Hal ini menyatakan terdapat peningkatan kemampuan literasi sains dan
kemampuan berpikir kritis siswa. Pada kelas eksperimen maupun pada kelas
kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terdapat
peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 6 kota
Bengkulu. Sehingga model pembelajaran yang lebih efektif dan cocok digunakan
pada pembelajaran IPA khususnya pada materi ekosistem adalah model
pembelajaran inkuiri dikarenakan model pembelajaran inkuiri memiliki nilai ratarata lebih tinggi dibandingkan model pembelajaran konvensional dengan skor
nilai rata-rata secara berurutan yaitu 72,5. 69.26 untuk literasi sains dan 64,70.
54,58 untuk berpikir kritis

Creator

WENI WIDIA MULYANI
NPM: 11621160052
Pembimbing I: Dr. Irwandi, M.Pd
Penguji 1 : Dra. Kasmiruddin, M. Si
Penguji 2: Dra. Nasral, M.Pd

Source

Pendidikan Biologi

Publisher

UPT Perpustakaan

Date

07 November 2020

Contributor

Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Rights

Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Language

Bahasa Indonesia

Identifier

Anita, Nurlela. 2014. Pengaruh field trip terhadap kemampuan literasi sains dan
sikap sains siswa SMA pada materi ekosistem. Universitas Pendidikan
Indonesia.
Anisa, Zahra. 2015. Peningkatan motivasi belajar dan kemampuan berpikir kritis
siswa pada materi ekosistem melalui penerapan inkuiri terbimbing. Jurnal
Biologi.
Ardian. 2012. Pengaruh pembelajaran levels of inquiry terhadap kemampuan
literasi sains siswa. Jurnal pendidikan sains vol 6(2): 87: 101.
Arikunto, Suharsimi. 2007. Dasar – dasar evaluasi pendidikan (edisi revisi).
Jakarta: bumi aksara.
Desai, nuzul. 2019. Analisis berpikir kritis siswa dalam pembelajaran biologi.
Jurnal florea. 6(1).
Eggen, P.D. & Kauchak.D.P.1996. Learning and Teaching. Massachussets: Allyn
and Baccon.
Eka, Arum. 2016. Eksplorasi kemampuan awal literasi biologi Siswa kelas X
sman 7 malang. Jurnal biologi
Fisher, A. (2009). Berpikir kritis suatu pengantar. Jakarta: Erlangga.
Nurfine. 2012. Penerapan model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses
sains pada konsep sains pada konsep ekosistem di SMPN 2 Ciledug
kabupaten Cirebon. Skripsi. IAIN Cirebon.
Hayat, B. (2003). Kemampuan dasar hidup: prestasi membaca, matematika, dan
sains anak Indonesia usia 15 tahun di dunia internasional. Jakarta: pusat
penilaian pendidikan.
Hendra. 2013. Belajar Jenius. Jakarta. Gramedia.
Holbrook, T.L. 1998. Operationalising scientific and technological literacy – A
new approach to science teaching. Science 9 (2), 13-19.
Irwandi. 2010. Strategi pembelajaran biologi berbasis kontekstual. UMB Press.
Jufri. 2013. Belajar dan pembelajaran sains. Bandung.
51
Lalu, s. 2017. Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil
belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas x pada pokok
bahasan keanekaragaman hayati dan klasifikasi makhluk hidup di SMAN
1 Narmada. Skripsi, universitas mataram.
Lufri. 2007. Strategi pembelajaran biologi: teori, praktek dan penelitian. Padang:
UNP Press.
Mufida, N. & Teguh. 2018. Upaya peningkatan literasi sains berbasis keunggulan
local. Jurnal biologi 9(1).
Marta, F.A. 2013. Analisis literasi sains siswa dalam pembelajaran IPA terpadu
pada tema efek rumah kaca. Universitas Pendidikan Indonesia.
Nurhadi. 2002. Pendekatan kontekstual (contextual teaching and learning (CTL)).
Malang: Penerbit. Universitas Malang.
Norhasanah. 2018. Kemampuan berpikir kritis siswa sma dalam pembelajaran
biologi. Jurnal biologi vol 5(1).
Nilam, Cahya. 2016. Kemampuan literasi sains kelas X Sma Negeri mata
pelajaran biologi berdasarkan topografi wilayah gunung kidul. Jurnal
biologi vol 6 (5).
OECD. 2007. PISA 2007 Science Competencies for tomorrow’s world executive
summary.
OECD.2010. PISA Results: Executive summary. New york: Columbia University.
OECD. 2013. PISA Results in Focus: whats 15 years old know they can do with
OECD. 2015. PISA 2015 Draft mathematics framework. New york: Columbia
university.
PISA. 2018. Assesing framework key competencies in reading, mathematics, and
science. OECD Publishing. Tersedia: www. Oecd.org/statistics/statlink.
Putra. 2012. Metode penelitian kualitatif pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo
persada.
Pratiwi. D. 2009. Pengaruh pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap prestasi
belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Batang tahun ajaran 2008/2009.
Jurnal pendidikan.
Rahmawati. D. 2012. Analisis literasi sains siswa smp dalam pembelajaran IPA
Terpadu pada tema penerapan bioteknologi konvensional. Universitas
Pendidikan Indonesia.
52
Reny, Kristyowati. 2019. Pembelajaran literasi sains melalui pemanfaatan
lingkungan. Jurnal pendidikan dan kebudayaan. Vol 9(2) : 183-191.
Sund, R.B, & Trowbridge, L.W., 1973. Teaching science by inquiry in the
secondary school. Columbus, ohio: Charles B. Merrill publishing.
Sulistyawati. 2017. Kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar biologi
berdasarkan perbedaan gender siswa. Jurnal wacana akademika. Vol 1(2)
Sutama, Nyoman. 2014. Pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap
keterampilan berpikir kritis dan kinerja ilmiah pada pelajaran biologi kelas
XI Ipa sma negeri 2 amlapura.e jurnal vol 4
Trowbridge, L. W. & R.W, Bybee., 1990. Becoming a secondary school science
teacher. Melbourne: Merril Publishing.
Taufik, D. 2016. Profil jumlah waktu belajar siswa dalam proses pembelajaran
pendidikan jasmani disekolah taruna wiyata. Skripsi. Universitas
Pendidikan Indonesia.
Yaumi, M. 2012. Pembelajaran berbasis multiple intelligences. Jakarta: Dian
Rakyat.
Yusuf. S. 2003. Literasi siswa Indonesia laporan Indonesia PISA 2003. Jakarta:
pusat pendidikan. Tersedia: http://www.p4tkipa.org.
Wenning,C.J.2011. Experimental Inquiry in Introducer Physics Courses. Journal
of physics teacher education online, (online), 6(2): 9-16.
Winata,A,. & Cacik, S. 2018. Kemampuan awal literasi sains peserta didik kelas
V sidorejo I tuban pada materi daur air. Jurnal biologi. Vol 2(1): 61-62

Collection

Citation

WENI WIDIA MULYANI NPM: 11621160052 et al., “PENINGKATAN LITERASI SAINS DAN BERPIKIR KRITIS
MELALUI METODE INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN
BIOLOGI DI SMA NEGERI 06 BENGKULU,” Repository Universitas Muhammadiyah Bengkulu, accessed May 29, 2024, http://repo.umb.ac.id/items/show/671.